Jangan Mengharap Terima Kasih

Terima kasih...

Kita selama ini mungkin dididik untuk melakukan sesuatu bantuan atau pekerjaan dengan ikhlas tanpa pamrih, tetapi pada kenyataannya tidak semudah seharusnya, mungkin kita sudah menjaga diri untuk tidak minta pamrih dalam bentuk barang atau jasa atas apa yang kita lakukan, tetapi masih saja hati ini berkata “orang kok tidak tahu terima kasih…”  (did u feel the same way?)

O, o o… ternyata, hati kecil kita masih berpamrih ucapan terima kasih, alias belum ikhlas kalau yang bersangkutan belum mengucapkan kata itu, dan parahnya, tidak ikhlasnya kita bisa berpengaruh pada pendapatan pahala kita.

Urusan pamrih ucapan terima kasih ini berakar dalam keseharian kita mulai dari urusan kecil sampai urusan besar, seperti orang yang minta ditunjukin arah jalan, kita persilahkan duduk di bangku yang kita duduki, orang yang pinjam alat tulis, kendaraan, sampai minta diantar-antar kesana kemari untuk keperluan yang kita sendiri tidak tahu menahu, dan lain sebagainya.

hitunglah, ketika dalam satu hari dari bangun sampai tidur, berapa “transaksi” yang kita tidak ikhlas hanya karena orang yang kita bantu tidak bilang “terima kasih” ??? kali kanlah dalam sebulan, dalam setahun, berapa banyak pahala yang seharusnya kita terima hilang begitu saja hanya gara-gara kita tidak ikhlas? 

Inspirasi ini kudapat sekitar 2 bulan lalu, dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandar Lampung. Ketika turun dari bis, kebetulan pas azan subuh, dan mampir ke masjid terdekat (lupa namanya), setelah shalat, sambil disuguhi teh manis hangat (Alhamdulillah, pahala gede buat yang ngasih), mendengarkan siraman rohani subuh, yang kebetulan temanya adalah “Jangan mengharap terima kasih”, dan aq terkesima, betapa benar apa yang disampaikan, bahkan ucapan terima kasih pun kita tidak perlu berharap, kalau mau kebaikan lebih banyak disisi-Nya.

Jadi ingat, kalo kita bilang terima kasih sama orang bule, mereka balas menjawab “don’t mention it” arti bebasnya kira2, “ga usah dipikir lagi” alias itu urusan yang Kuasa.  

Dalam ilmu Prana ada keseimbangan energi prana positif dan negatif, dalam Budha ada karma baik dan karma buruk, ketika kita berbuat baik dengan ikhlas maka “deposit” atau “cadangan” karma baik kita akan bertambah dengan sendirinya, begitu pula jika kita berbuat tidak baik, hal itu akan menguras “deposit” karma baik kita

nyambunglah benang merahnya…. ikhlas itu harus total…

bahkan ucapan terima kasih pun, kita tak berhak

jadi, jangan berharap terima kasih

mulai dari sekarang

*Tapi jangan lupa untuk bilang “terima kasih” lho ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s