Property Tips: Pentingkah Kolom Dinding ?

Sedang berencana membeli atau membangun rumah?

Kali ini Indranesta coba share sedikit wawasan soal properti, terutama struktur bangunan domestik (hunian). Hal ini didasari pengamatan atas kekuatan struktur rumah yang masih memprihatinkan di Indonesia.

Struktur rumah disusun dari beberapa hal seperti pondasi dan dinding. Khusus untuk dinding rasanya masih ada masyarakat kita yang suka membangun dinding tanpa struktur kolom.

Oya, sebelumnya perlu dijelaskan sedikit tentang kolom. Kolom (dalam bahasa sipil disebut kolom praktis) adalah tiang beton bertulang besi (mirip Gatotkaca sih emang, otot kawat tulang besi, daging beton😛 ) yang fungsinya menopang beban pada dinding rumah. Kolom bentuknya vertikal dengan lebar sekitar 15-20cm sesuai kebutuhan. Biasanya kolom dipasang tiap jarak 3m di dinding. Kalau definisi ilmiahnya silahkan cari sendiri ya :p

Artinya, sangat penting dipahami bahwa batu bata, batako, hebel, atau apalah namanya fungsinya adalah sebagai pengisi dinding saja, dan bukan sebagai penahan beban di atasnya (d.h.i struktur atap dan bangunanlain di atasnya), sedangkan penahan beban sebenarnya adalah struktur kolom.

Pentingkah kolom praktis ini? Jawabnya penting.

Karena kita hidup di negara yang rawan bencana, entah gempa, banjir bandang, tsunami, dll maka rumah dengan dinding yang memiliki kolom praktis akan banyak membantu karena lebih tahan terhadap guncangan. Pada saat gempa di Padang dan Jogja beberapa waktu lalu, Indranesta mendapat melihat foto2 yang mengejutkan bahwa bangunan yang rata dengan tanah alias hancur total adalah bangunan yang tidak memiliki struktur kolom praktis, atau jika ada kolom maka ukuran dan spesifikasinya dibawah standar (tidak memadai). Sedangkan bangunan yang ada kolom yang baik masih bisa bertahan, dan hanya rusak dibagian plesteran dinding atau pengisi dindingnya yang hilang, sedangkan tiang kolom dan atapnya masih berdiri. Pun pada saat tsunami Aceh ada bangunan rumah bertingkat yang masih berdiri sedangkan pengisi dindingnya hilang diterjang air.

Mengapa rumah? karena kebanyakan korban bencana adalah mereka yang diam di rumah, yang seharusnya jadi prioritas keamanan pada saat membangun rumah, namun proses pembangunannya seringkali tidak direncanakan dan diawasi secara baik. Sedangkan perkantoran atau gedung biasanya memiliki konsultan perencana dan pengawas yang memadai sehingga kekuatan strukturnya jauh lebih baik.

Bagaimana jika kita memiliki rumah atau tinggal di rumah yang kita tidak tahu ada kolom praktisnya atau tidak? Akan lebih sulit ketika kita akan membeli rumah bekas atau rumah baru yang dindingnya sudah difinishing, karena kita tidak bisa melihat adanya kolom dinding secara langsung, tapi ada tips yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jika bisa, tanyakan ke pemilik rumah, atau tetangga yang melihat proses pembangunan rumah tsb, atau untuk rumah baru juga bisa ditanyakan ke developer, kontraktor, dan atau tukang yang membangunnya. Jika kasusnya di perumahan biasanya ada rumah lain yang sedang dibangun oleh kontraktor atau tukang yang sama, silahkan lihat pada saat dinding belum diplester atau tanyakan langsung pada yang mengerjakan.
  • Jika cara di atas tidak bisa atau kurang meyakinkan, coba naik ke loteng (plafond) — (bagaimana caranya silahkan pikir sendiri :P), di bawah atap biasanya terlihat ada sisi atas dinding yang tidak difinishing. Tukang biasanya tidak mau repot2 merapikan bagian dinding di atas loteng ini, jadi ujung atas besi2 kolom harusnya terlihat jelas. Termasuk jumlah besinya, diameter besi, dan jenis besi yang dipakai, apakah besi banci (KW2) atau besi yang bagus (SNI). Biasanya kalau kontraktor perumahan pakai besi banci untuk hemat biaya produksi, dan kekuatannya jelas beda meskipun diameternya sama.
  • Jika cara di atas tidak bisa juga, silahkan pakai alat pengetes besi kolom yang namanya Rebar Locator untuk melihat ada tidaknya besi kolom di area dinding kita. Cara terakhir ini tidak disarankan karena mahal dan alatnya jarang yang menyewakan, biasanya yang memakai alat ini adalah Lab. Teknik Sipil dan atau pengawas bangunan untuk keperluan QC.

Jika tidak bisa juga, ya berdoa sajalah, semoga tidak terjadi apa2😀

Demikian semoga membantu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s